Structure, Scope, Components, dan Interfaces pada ITIL

 Nama: Komang Sadewa Cahaya Risna

NIM: 2005551102

Prodi/Fakultas/Universitas: Teknologi Informasi/Teknik/Udayana

Mata Kuliah: Manajemen Layanan TI (B)

Dosen: I Putu Agus Eka Pratama, S.T., M.T.


Structure, Scope, Components, dan Interfaces pada ITIL 

        

        ITIL (Information Technology Infrastructure Library) merupakan sebuah kerangka kerja (framework), sekumpulan best practices, dan pedoman manajemen layanan TI (IT Service Management atau ITSM), maka jelas bahwa di dalam ITIL terdapat dokumentasi mengenai ITSM pada organisasi/perusahaan/instansi. Berkaitan dengan ITIL, ada 4 hal yang perlu diketahui, yaitu Structure, Scope, Components, dan Interfaces.

1. Structure mengacu kepada posisi, fungsi, atau jabatan secara terstruktur dan hirarkis, beserta dengan role (peran) dan tanggung jawab masing-masing individu di dalam sebuah perusahaan di dalam menjalankan bisnis untuk mencapai tujuan bisnisnya dengan memanfaatkan teknologi informasi. Pada sebuah perusahaan, puncak tertinggi posisi manajemen teknologi informasi atau manajemen TI adalah pada CIO (Chief Information Officer).

2. Scope atau cakupan, merupakan cakupan manajemen layanan TI (ITSM) yang ditangani berbasiskan ITIL pada perusahaan yang menerapkan teknologi informasi di dalamnya. ITIL memiliki model bernama RACI (Responsible, Accountable, Consulted, Informed), yang bertindak sebagai sebuah matriks untuk menentukan peran dan tanggung jawab setiap role sesuai hirarki pada perusahaan, dalam kaitannya dengan proses dan aktivitas sesuai scope.

3. Component berkaitan dengan lima buah komponen pada ITIL di dalam ITSM. yaitu:

  • Incident Management (manajemen insiden) penyelesaian masalah yang dihadapi perusahaan terkait dengan penggunaan teknologi informasi di mana proses dan langkah-langkah di dalamnya dirampingkan/dibuat lebih sederhana dan cepat
  • Problem Management (manajemen masalah) seperangkat praktik yang dirancang untuk membantu tim pada perusahaan untuk mengidentifikasi permasalahan dan memulai proses penyelesaian.
  • Change Management (manajemen perubahan) Manajemen perubahan pada ITIL membantu perusahaan untuk menghindari semua risiko akibat adanya perubahan-perubahan yang dilakukan 
  • Ticketing (penyediaan tiket layanan)Solusi tiket pada ITIL bertujuan untuk membantu perusahaan di dalam mengatur dan memprioritaskan permasalahan mana yang harus diselesaikan terlebih dahulu terkait dengan penyediaan layanan.
  • Service Request Management (manajemen permintaan layanan). ITIL dalam hal ini membantu perusahaan untuk melakukan pemisahan/filter/klasifikasi terhadap tiket-tiket yang masuk sesuai ti ngkat prioritas, jumlah SDM yang te rlibat, serta kemampuan masing-masing SDM, sehingga penyelesaian tiket dapat lebih cepat dan lebih baik.

4. Interface merupakan tatap muka, interaksi (contoh: interface software menjadi tatap muka dan interaksi pengguna dengan program). Di dalam ITIL, pada ITSM di perusahaan di mana CIO adalah posisi teratas sesuai hirarki, maka diperlukan adanya satu atau lebih posisi yang  berperan sebagai “interface” untuk berkomunikasi dengan pihak ketiga (di luar perusahaan). Posisi tersebut adalah Supplier Relationship Manager (SRI) atau manajer hubungan/relasi pemasok.

Komentar